Kamis, 14 Mei 2020

Refleksi Guru Di Pembelajaran Jarak Jauh

Merdeka Belajar: Akankah Guru Tertindas Teknologi di Masa Revolusi industri 4.0
Virus Corona yang telah menyebar kurang lebih 152 negara di dunia dan telah memberikan dampak di setiap sektor kehidupan, tidak terkecuali Indonesia. Akibat dari pandemi yang di kenal dengan covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebarannya. Sejak Pemerintah memutuskan agar setiap aktivitas (bekerja dan belajar) dari rumah membawa dampak yang besar bagi wajah Pendidikan Indonesia. Setiap sekolah mengubah tata cara pembelajaran, dan hal yang paling berpengaruh adalah para pendidik di “paksa” agar dapat tetap menjalankan pendidikan kepada peserta didik tanpa tatap muka. Penguasaan guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik pada saat ini.
Tidak ada jalan lain, pembelajaran harus di lakukan secara online, Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba. Media jarak jauh tersebut diharapkan dapat digunakan secara maksimal agar kelangsungan pembelajaran dapat dijalankan oleh guru dan peserta didik. Dengan penggunaan media online dalam pembelajaran maka hal ini secara tidak langsung menjadi tuntutan terhadap guru. Kemampuan guru dalam menggunakan serta mengakses teknologi menjadi “cerita tersendiri” dalam pembelajaran online.
Setiap manusia memiliki daya tangkap dan daya ingat yang berbeda, sebagai manusia hal ini pun juga di rasakan oleh setiap guru – guru yang ada di Indonesia saat ini.  Ketidak pahaman menggunakan media pembelajaran bukanlah tantangan terberat, ini adalah peluang besar bagi guru Indonesia jika guru mau sedikit saja meluangkan waktunya untuk belajar menggunakan media tersebut. Ada banyak tutorial yang di sediakan orang – orang “baik” untuk dilihat dan di pelajari sehingga mampu di aplikasikan dalam pembelajaran daring (dalam jaringan/online). Guru harus tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidikan anak bangsa, bahkan masa sekarang ini tugas dan tanggung jawab itu semakin berat karena tatap muka secara langsung ditiadakan. Tugas yang harus guru lakukan bukan sekedar mendidik dalam segi pengetahuan, tetapi juga pendidikan sikap afektif/ perilaku dan psikomotorik/ keterampilan pun tidak luput dari pantauan guru. Ini lah tantangan yang sebenarnya. Bagaimana guru tetap menjalankan perannya agar pendidikan karakter tetap pada porsinya dalam pembelajaran online ini.  
Teknologi hanyalah sebuah alat yang dapat melengkapi kehidupan manusia. Meski teknologi saat ini sangatlah maju, namun teknologi tidak mampu menggantikan sisi-sisi kemanusiaan pendidikan. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang bukan hanya menyentuh sisi kecerdasan semata (kognitif), namun yang terpenting adalah keterampilan (psikomotor), dan sikap /perilaku (afektif) yang dapat diterjadikan dengan kehadiran pendidik secara face to face di kelas (seharusnya), namun pendidikan yang utuh itu juga harus terjadi saat pembelajaran online seperti saat ini, agar pendidikan tidak berat sebelah.
Lalu bagaimana guru mengatasi hal ini?  Pembelajaran akan menjadi lebih optimal bila peserta didik dapat belajar secara kolaboratif dengan sesama teman sebaya, karena sesungguhnya manusia mengonstruksi pembelajarannya secara sosial (social constructivism), baik belajar dari pendidik maupun dari teman sebaya. Dan hal ini dapat dilakukan dengan pembelajaran berkelompok secara online. Pembelajaran tidak saja dilakukan dalam pertemuan online melalui kelas besar (bimbingan perkelas), guru juga dapat membuat pembelajaran dalam kelompok kecil (bimbingan perkelompok) secara online. Dengan pembuatan kelompok online akan lebih mudah mengontrol perkembangan siswa baik secara kohnitif, afektif maupun psikomotorik. Dari pertemuan online di kelompok kecil dan akan bertemu dalam pembelajaran di forum kelompok besar sehingga masing – masing peserta didik mendapatkan perhatian yang sama dalam pembelajaran. Menurut saya pembelajaran seperti ini dapat di terapkan dalam masa seperti ini sampai pembelajarn normal dapat dilakukan kembali.  Selamat hari Pendidikan Nasional dan selamat menjalankan pembelajaran berkarakter secara online.
Referensi :
http://www.balipost.com/news/2020/04/23/117122/Guru-dan-Teknologi-Saat-Pandemi...html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar