Merdeka
Belajar: Akankah Guru Tertindas Teknologi di Masa Revolusi industri 4.0
Virus
Corona yang telah menyebar kurang lebih 152 negara di dunia dan telah
memberikan dampak di setiap sektor kehidupan, tidak terkecuali Indonesia. Akibat dari pandemi
yang di kenal dengan covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan
untuk memutus mata rantai penyebarannya. Sejak Pemerintah memutuskan
agar setiap aktivitas (bekerja dan belajar) dari rumah membawa dampak yang
besar bagi wajah Pendidikan Indonesia. Setiap sekolah mengubah tata cara
pembelajaran, dan hal yang paling berpengaruh adalah para pendidik di “paksa”
agar dapat tetap menjalankan pendidikan kepada peserta didik tanpa tatap muka.
Penguasaan guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi menjadi
tantangan tersendiri bagi para pendidik pada saat ini.
Tidak
ada jalan lain, pembelajaran harus di lakukan secara online, Berbagai media
pembelajaran jarak jauh pun dicoba. Media jarak jauh tersebut diharapkan dapat
digunakan secara maksimal agar kelangsungan pembelajaran dapat dijalankan oleh
guru dan peserta didik. Dengan penggunaan media online dalam pembelajaran maka hal
ini secara tidak langsung menjadi tuntutan terhadap guru. Kemampuan guru dalam menggunakan
serta mengakses teknologi menjadi “cerita tersendiri” dalam pembelajaran
online.
Setiap manusia memiliki daya
tangkap dan daya ingat yang berbeda, sebagai manusia hal ini pun juga di
rasakan oleh setiap guru – guru yang ada di Indonesia saat ini. Ketidak pahaman menggunakan media pembelajaran
bukanlah tantangan terberat, ini adalah peluang besar bagi guru Indonesia jika guru
mau sedikit saja meluangkan waktunya untuk belajar menggunakan media tersebut.
Ada banyak tutorial yang di sediakan orang – orang “baik” untuk dilihat dan di
pelajari sehingga mampu di aplikasikan dalam pembelajaran daring (dalam
jaringan/online). Guru harus tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dalam mendidikan anak bangsa, bahkan masa sekarang ini tugas dan tanggung jawab
itu semakin berat karena tatap muka secara langsung ditiadakan. Tugas yang
harus guru lakukan bukan sekedar mendidik dalam segi pengetahuan, tetapi juga pendidikan
sikap afektif/ perilaku dan psikomotorik/ keterampilan pun tidak luput dari
pantauan guru. Ini lah tantangan yang sebenarnya. Bagaimana guru tetap
menjalankan perannya agar pendidikan karakter tetap pada porsinya dalam
pembelajaran online ini.
Teknologi
hanyalah sebuah alat yang dapat melengkapi kehidupan manusia. Meski teknologi
saat ini sangatlah maju, namun teknologi tidak mampu menggantikan sisi-sisi
kemanusiaan pendidikan. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang bukan hanya
menyentuh sisi kecerdasan semata (kognitif), namun yang terpenting adalah
keterampilan (psikomotor), dan sikap /perilaku (afektif) yang dapat
diterjadikan dengan kehadiran pendidik secara face to face di kelas
(seharusnya), namun pendidikan yang utuh itu juga harus terjadi saat
pembelajaran online seperti saat ini, agar pendidikan tidak berat sebelah.
Lalu
bagaimana guru mengatasi hal ini? Pembelajaran
akan menjadi lebih optimal bila peserta didik dapat belajar secara kolaboratif
dengan sesama teman sebaya, karena sesungguhnya manusia mengonstruksi pembelajarannya
secara sosial (social constructivism), baik belajar dari pendidik maupun dari
teman sebaya. Dan hal ini dapat dilakukan dengan pembelajaran berkelompok
secara online. Pembelajaran tidak saja dilakukan dalam pertemuan online melalui
kelas besar (bimbingan perkelas), guru juga dapat membuat pembelajaran dalam
kelompok kecil (bimbingan perkelompok) secara online. Dengan pembuatan kelompok
online akan lebih mudah mengontrol perkembangan siswa baik secara kohnitif,
afektif maupun psikomotorik. Dari pertemuan online di kelompok kecil dan akan
bertemu dalam pembelajaran di forum kelompok besar sehingga masing – masing
peserta didik mendapatkan perhatian yang sama dalam pembelajaran. Menurut saya
pembelajaran seperti ini dapat di terapkan dalam masa seperti ini sampai
pembelajarn normal dapat dilakukan kembali. Selamat hari Pendidikan Nasional dan selamat
menjalankan pembelajaran berkarakter secara online.
Referensi :
http://www.balipost.com/news/2020/04/23/117122/Guru-dan-Teknologi-Saat-Pandemi...html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar