AKSI NYATA MODUL 2.2.a.10
Maina Trisnawati Hasibuan
CGP Kabupaten Deli Serdang
Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi Pendamping Ibu Hanani Barus
LATAR
BELAKANG SITUASI YANG DIHADAPI
Setiap anak lahir dengan keunikannya masing-masing. Seorang pendidik memiliki kewajiban
untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk
belajar dengan cara terbaik yang sesuai untuk mereka. Dalam proses pembelajaran setiap
anak didik di harapkan dapat memaksimalkan
potensi mereka, mereka juga akan dapat belajar tentang berbagai nilai-nilai kehidupan yang
penting. Nilai-nilai tentang indahnya perbedaan, menghargai, makna baru dari
kesuksesan, kekuatan diri, kesempatan yang setara, kemerdekaan belajar, dan
berbagai nilai penting lainnya yang akan berkontribusi terhadap perkembangan
diri mereka secara lebih holistik/utuh.
Anak didik juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil
penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam
keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang. Sebagai pendidik
yang berinteraksi dengan murid dan orang dewasa di lingkungan sekolah, seorang pendidik seharusnya dapat menciptakan pembelajaran yang dapat mengesplore semua
potensi anak didik dan juga mengembangakan aspek sosial – emosionalnya melalui
perencanaan pembelajaran yang berpihak pada murid. Inilah yang menjadi latar
belakang aksi nyata modul 2.1 dan 2.2.
DESKRIPSI AKSI NYATA YANG SAYA LAKUKAN
Langkah pertama yang saya lakukan untuk memulai aksi saya ini adalah menerapkan di kelas dimana saya mengajar dengan memulai membuat RPP berdiferensiasi sebagai rencana pembelajaran saya dimana dalam RPP Berdiferensiasi saya tersebut saya membuat pemetaan terhadap peserta didik melalui kesiapan belajar siswa. Dalam RPP berdiferensiasi yang saya buat juga saya menerapkan teknik KSE di kelas saya. Saya memfasilitasi pembelajaran murid dengan melakukan teknik KSE misal menerapkan teknik STOP sebelum pembelajaran supaya murid dan guru berlatih konsentrasi diri. Langkah kedua adalah mensosialisaikan kepada rekan sekerja saya dalam komunitas praktisi yang sudah saya bentuk.
Saya juga menerapkan banyak teknik seperti Ungkapkan—tuliskan—Ceritakan, dengan tujuan anak
didik melakukan review atas apa yang telah mereka lakukan selama bekerjasama /
berkolaborasi dengan teman 1 kelompoknya. apersepsi,
matching, menjawab pertanyaan, berdiskusi, presentasi, melihat hasil karya
kelompok lain, mengadakan refleksi dan lain sebagainya. Selain itu saya juga menerapkan KSE untuk membuat
Puisi Akrostik dengan tujuan
mengidentifikasi
dari kekuatan, minat, atau hal positif lain yang mereka miliki. Semua saya
lakukan untuk meransang anak tertarik untuk belajar tanpa ada tekanan dan
kebosanan.
HASIL
DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN
Setelah
melakukan pembelajaran
berdiferensiasi dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di
kelas, peserta tampak
lebih bersemangat belajar,
semakin memahami potensi yang ada pada diri mereka Peserta didik juga semakin dapat
mengatasi masalahnya dengan lebih tenang. Mereka sudah dapat mengendalikan diri
dan mengelola emosi. Pserta
didik
lebih terbuka di dalam mengungkapkan perasaannya. Bahkan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi peserta
didik sangat menikmati proses pembelajaran. Saat di kelompokkan dengan teman –
teman 1 kelompok peserta didik saya tuntun sesuai dengan kesiapan belajar
mereka masing – masing. Dan pada saat melakukan aksi nyata
penerapan pembelajaran sosial dan emosional peserta didik tampak lebih aktif dalam
menjawab pertanyaan. Pengalaman
saya pengetahuan PSE ini membantu saya untuk menciptakan kelas yang kreatif dan
semangat. Seperti halnya tujuan dari pendidikan adalah menjadikan anak menjadi
well-being.
PEMBELAJARAN
YANG SAYA DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA
Pembelajaran
yang saya dapatkan dari pelaksanaan aksi nyata di modul ini, saya dapat merasakan sangat terkelolanya peserta didik dalam melakukan
prose pembelajaran. Peserta didik mulai mampu untuk
mengelola kelas yang kreatif dan bersemangat, mau mendengar pendapat orang lain dan peserta didik
melakukan proses pembelajar dengan sangat antusis. Saya dapat mengatakan
seperti itu karena pengamatan dan hasil refleksi diakhir pembelajaran. Dengan
penerapan RPP yang berdiferensiasi memudahkan saya merancang pembelajaran
yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Hal yang menjadi kendala dalam penerapan pembelajaran
berdiferensiasi dan penerapan pembelajaran sosial – emosional adalah
pembelajaran yang masih dilakukan secara daring adalah kondisi sinyal Internet
yang terkadang sangat menggagu proses pembelajaran dan juga masih ada beberapa
siswa yang terlambat dalam mengikuti pembelajaran daring.
RENCANA
PERBAIKAN KEDEPAN
Kedepannya
yang perlu saya perbaiki adalah tetap
menjalankan kesepakatan bersama yang sudah saya dan peserta didik sepakati
bersama dan melakukan pendekatan kepada peserta didik yang masih terlambat
mengikuti proses pembelajaran. Untuk kendala jaringan yang tidak stabil saya
akan tetap berkordinasi dengan orang tua peserta didik melalui wali kelas. Dalam
pembelajaran selanjutnya akan diupayakan semua murid dapat hadir di kelas
online. Akan saya usahakan juga untuk merancang RPP berdiferensiasi dan yang
mengandung teknik KSE secara maksimal. Serta penerapan teknik STOP akan
diusahakan untuk dilakukan setiap pembelajaran.
Lampiran :
1. RPP Berdiferensiasi dan Penerapan KSE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar