Maina Trisnawati Hasibuan
Blog Belajar Bersama
Rabu, 02 Juni 2021
Sabtu, 10 April 2021
“PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL” DAN “PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI”
AKSI NYATA MODUL 2.2.a.10
Maina Trisnawati Hasibuan
CGP Kabupaten Deli Serdang
Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi Pendamping Ibu Hanani Barus
LATAR
BELAKANG SITUASI YANG DIHADAPI
Setiap anak lahir dengan keunikannya masing-masing. Seorang pendidik memiliki kewajiban
untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk
belajar dengan cara terbaik yang sesuai untuk mereka. Dalam proses pembelajaran setiap
anak didik di harapkan dapat memaksimalkan
potensi mereka, mereka juga akan dapat belajar tentang berbagai nilai-nilai kehidupan yang
penting. Nilai-nilai tentang indahnya perbedaan, menghargai, makna baru dari
kesuksesan, kekuatan diri, kesempatan yang setara, kemerdekaan belajar, dan
berbagai nilai penting lainnya yang akan berkontribusi terhadap perkembangan
diri mereka secara lebih holistik/utuh.
Anak didik juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil
penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam
keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang. Sebagai pendidik
yang berinteraksi dengan murid dan orang dewasa di lingkungan sekolah, seorang pendidik seharusnya dapat menciptakan pembelajaran yang dapat mengesplore semua
potensi anak didik dan juga mengembangakan aspek sosial – emosionalnya melalui
perencanaan pembelajaran yang berpihak pada murid. Inilah yang menjadi latar
belakang aksi nyata modul 2.1 dan 2.2.
DESKRIPSI AKSI NYATA YANG SAYA LAKUKAN
Langkah pertama yang saya lakukan untuk memulai aksi saya ini adalah menerapkan di kelas dimana saya mengajar dengan memulai membuat RPP berdiferensiasi sebagai rencana pembelajaran saya dimana dalam RPP Berdiferensiasi saya tersebut saya membuat pemetaan terhadap peserta didik melalui kesiapan belajar siswa. Dalam RPP berdiferensiasi yang saya buat juga saya menerapkan teknik KSE di kelas saya. Saya memfasilitasi pembelajaran murid dengan melakukan teknik KSE misal menerapkan teknik STOP sebelum pembelajaran supaya murid dan guru berlatih konsentrasi diri. Langkah kedua adalah mensosialisaikan kepada rekan sekerja saya dalam komunitas praktisi yang sudah saya bentuk.
Saya juga menerapkan banyak teknik seperti Ungkapkan—tuliskan—Ceritakan, dengan tujuan anak
didik melakukan review atas apa yang telah mereka lakukan selama bekerjasama /
berkolaborasi dengan teman 1 kelompoknya. apersepsi,
matching, menjawab pertanyaan, berdiskusi, presentasi, melihat hasil karya
kelompok lain, mengadakan refleksi dan lain sebagainya. Selain itu saya juga menerapkan KSE untuk membuat
Puisi Akrostik dengan tujuan
mengidentifikasi
dari kekuatan, minat, atau hal positif lain yang mereka miliki. Semua saya
lakukan untuk meransang anak tertarik untuk belajar tanpa ada tekanan dan
kebosanan.
HASIL
DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN
Setelah
melakukan pembelajaran
berdiferensiasi dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di
kelas, peserta tampak
lebih bersemangat belajar,
semakin memahami potensi yang ada pada diri mereka Peserta didik juga semakin dapat
mengatasi masalahnya dengan lebih tenang. Mereka sudah dapat mengendalikan diri
dan mengelola emosi. Pserta
didik
lebih terbuka di dalam mengungkapkan perasaannya. Bahkan dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi peserta
didik sangat menikmati proses pembelajaran. Saat di kelompokkan dengan teman –
teman 1 kelompok peserta didik saya tuntun sesuai dengan kesiapan belajar
mereka masing – masing. Dan pada saat melakukan aksi nyata
penerapan pembelajaran sosial dan emosional peserta didik tampak lebih aktif dalam
menjawab pertanyaan. Pengalaman
saya pengetahuan PSE ini membantu saya untuk menciptakan kelas yang kreatif dan
semangat. Seperti halnya tujuan dari pendidikan adalah menjadikan anak menjadi
well-being.
PEMBELAJARAN
YANG SAYA DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA
Pembelajaran
yang saya dapatkan dari pelaksanaan aksi nyata di modul ini, saya dapat merasakan sangat terkelolanya peserta didik dalam melakukan
prose pembelajaran. Peserta didik mulai mampu untuk
mengelola kelas yang kreatif dan bersemangat, mau mendengar pendapat orang lain dan peserta didik
melakukan proses pembelajar dengan sangat antusis. Saya dapat mengatakan
seperti itu karena pengamatan dan hasil refleksi diakhir pembelajaran. Dengan
penerapan RPP yang berdiferensiasi memudahkan saya merancang pembelajaran
yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Hal yang menjadi kendala dalam penerapan pembelajaran
berdiferensiasi dan penerapan pembelajaran sosial – emosional adalah
pembelajaran yang masih dilakukan secara daring adalah kondisi sinyal Internet
yang terkadang sangat menggagu proses pembelajaran dan juga masih ada beberapa
siswa yang terlambat dalam mengikuti pembelajaran daring.
RENCANA
PERBAIKAN KEDEPAN
Kedepannya
yang perlu saya perbaiki adalah tetap
menjalankan kesepakatan bersama yang sudah saya dan peserta didik sepakati
bersama dan melakukan pendekatan kepada peserta didik yang masih terlambat
mengikuti proses pembelajaran. Untuk kendala jaringan yang tidak stabil saya
akan tetap berkordinasi dengan orang tua peserta didik melalui wali kelas. Dalam
pembelajaran selanjutnya akan diupayakan semua murid dapat hadir di kelas
online. Akan saya usahakan juga untuk merancang RPP berdiferensiasi dan yang
mengandung teknik KSE secara maksimal. Serta penerapan teknik STOP akan
diusahakan untuk dilakukan setiap pembelajaran.
Lampiran :
1. RPP Berdiferensiasi dan Penerapan KSE
Rabu, 23 Desember 2020
1.4 Penerapan Budaya Positif
Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi
Pendamping Ibu Elsa Hanani Barus
|
S |
alah satu hal yang dapat memperbaiki laku anak didik adalah dengan
penerapan budaya positif. Budaya positif sangat bersinergi dengan karakter
baik, artinya budaya positif itu akan lahir dalam karakter yang baik pula,
inilah yang menjadi dari budi pekerti menurut Bapak Kihajar Dewantara yang
dalam kurikulum dikenal sebagai salah satu Profil Pelajar Pancasila.
Budaya positif adalah suatu
pembiasaan yang bernilai positif, bukan sekedar sikap tetapi di terapkan dengan
tingkah laku dan perbuatan yang positif dan di dalamnya mengandung sejumlah
kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter peserta didik ke arah yang positif.
Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas yang akan berdampak pada budaya
positif di sekolah dan berperan dalam visi sekolah. Mewujudkan budaya positif
harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang
lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Setiap ekosoistem sekolah memiliki
peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun
di lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah, guru dapat menerapkan budaya
positif seperti bekerja sama dengan rekan sejawat, berinteraksi secara akrab
dengan peserta didik, menerapkan sikap disiplin dan bertanggung jawab serta
menjadi teladan bagi peserta didik. Sedangkan di lingkungan kelas, salah satu
langkah yang guru dapat lakukan adalah membangun budaya positif melalui
komunikasi efektif.
Deskripsi
Aksi Nyata yang dilakukan
|
S |
elama 9 Bulan melakukan
pembelajaran jarak jauh banyak sekali perubahan yang dialami anak didik dalam
hal etika dan disiplin ketika melakukan pembelajaran. Selain komunikasi yang
tidak efetif hal ini juga disebabkan karena tidak adanya kontrol dari orang tua
selama belajar dari rumah mengingat kesibukan orang tua. Akibatnya ketika
pembelajaran daring berlangsung anak didik sangat bebas untuk berpendapat tanpa
menghargai teman (dari pengamatan penulis dikarenakan tidak bertemu langsung)
bahkan ada yang mangkir dari tugas ketika guru meminta ada pengerjaan praktek
yang harus didiskusikan secara berkelompok. Inilah yang mendasari penulis membuat aksi nyata untuk
pembiasaan displin positif.
Hasil dari
Aksi Nyata yang dilakukan
Dari aksi nyata yang dilakukan
penulis melakukan beberapa tindakan dalam kesepakatan kelas, Langkah-langkah
yang di lakukan dalam menyusun kesepakatan kelas:
1.
Saya
melakukan komunikasi dengan anak didik melalui WA grup untuk memberikan
pemahaman tentang kesepakatan kelas dan menyepakati waktu pelaksanaan pembuatan
kesepakatan kelas
2.
Melakukan
zoom meeting dalam melaksanakan pertemuan kesepakatan kelas
3.
Pada
saat zoom berlangsung anak didik diminta menjawab beberapa pertanyaan dengan
menggunakan aplikasi jamboard
4.
Setelah
selesai kemudian bersama – sama membuat
kesepakatan yang akan di jalankan bersama pada saat semester genap di awal
januari 2020
Pembelajaran yang di dapat dan Rencana perbaikan
Dari memulai praktek budaya positif dengan menerapkan kesepakatan kelas penulis menyadari bahwa Pendidikan bukan saja
berbicara tentang ilmu pengetahuan dan karakter/budi pekerti, tetapi Pendidikan
menuntun anak didik untuk memahami bagaimana menanamkan karakter dengan
kesadaran masing – masing, sehingga setiap anak didik dapat dilatih melakukan
apa yang sudah di katakan, disepakati untuk dilakukan bersama – sama dalam
ekosistem kelas dan sekolah. Hal ini akan membuat warga sekolah menyadari dan
bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya. Inilah pembelajaran Budaya
positif yang sebenarnya: memahami, membuat, melakukan, mengevaluasi,
memperbaiki dan akhirnya menjadi gaya hidup/ karakter yang secara sadar mulai
terbentuk bukan saja kepada anak didik tetapi juga kepada warga kelas dan
sekolah.
Dokumentasi:
1. Pemaparan akan pentingnya budaya
positif di kelas dan sekolah melalui WA Grup Kelas
Minggu, 20 Desember 2020
Aksi Nyata Modul 1.3
Aksi Nyata Modul 1.3
Maina Trisnawati Hasibuan
CPG Kabupaten Deli serdang Provinsi Sumatera Utara
Fasilitator Ibu Yetty fatri Dewi
Pendamping Ibu Elsa Hanani Br Barus
Latar belakang tentang situasi
Sekolah sangat berarti bagi tumbuh kembang anak didik, karena melalui pendidikan disekolah selama 12 tahun mereka belajar ilmu pengetahuan, karakter, akal budi dan segala sesuatu yang akan mengubah kehidupan mereka. Di sekolah juga anak didik mulai merangkai masa depan mereka dengan tuntunan, semangat dan dorongan dari para bapak/ibu gurunya. Bagaimana mereka merangkai masa depannya juga tergantung bagaimana Bapak/ibu guru menuntun mereka. Proses menuntun anak didik dengan latar belakang keluarga yang berbeda, sifat dan sikap yang berbeda, kesukaan yang berbeda dan cara pandang anak didik akan masa depan yang berbeda bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi dengan mengetahui bagaimana anak didik yang akan kita tuntun akan sangat membantu guru menemukan strategi yang efektif dalam menjalankan perannya sebagai penuntun masa depan anak didik.
Tidak terkecuali dengan yang penulis
hadapi dalam menjalankan peran sebagai pendidik di dalam menuntun anak didik di
SMP Swasta Methodist Tanjung Morawa. Penulis mengalami beberapa kesulitan dalam
menghadapi anak didik terkhusus saat pembelajaran dilakukan dari rumah. Apa
yang sering penulis lakukan dalam membuat konsep pembelajaran dari rumah sering
sekali kurang direspon oleh anak didik. Penulis sudah menanyakan melalui
Whatsapp Grup ataupun secara pribadi dan menemukan beberapa kendala yang anak
didik hadapi Ketika melakukan proses pembelajaran yang membuat mereka merasa
bosan dan kurang tertarik untuk belajar.
Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan
Berdasarkan apa yang penulis sampaikan pada latar belakang diatas, maka penulis melakukan ada beberapa hal yang penulis rencanakan dan lakukan selama 4 minggu dari pertengahan November sampai pertengahan Desember, yaitu:
1. Membuat pertanyaan yang akan membuka pemikiran anak didik akan kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri anak didik masing – masing. Selain itu penulis juga membuat pertanyaan kira – kira peluang apa yang anak didik lihat dalam diri anak didik untuk dapat di tonjolkan.
2. Langkah kedua penulis merumuskan apa yang menjadi kekuatan dalam diri anak didik dan merangkai menjadi sebuah program yang akan penulis jalankan pada saat pembelajaran tatap muka semester depan.
Hasil dari Aksi
Nyata yang dilakukan
Dari deskripsi aksi nyata yang sudah penulis rencanakan dan lakukan, maka Rencana program mini yang akan penulis lakukan dalam pembelajaran semester depan adalah
Draf pembelajaran
sesuai dengan hasil angket untuk dilakukan pada proses pembelajaran semester
genap
Pembelajaran yang di dapat dan Perbaikan Kedepan
Pendidikan yang menyenangkan dan berpusat pada murid itu tidak gampang untuk dilakukan karena banyak hal yang harus diperhatikan tetapi juga tidak sulit untuk diterapkan jika setiap pendidik punya kemauan untuk sebuah perubahan. Setelah apa yang penulis lakukan dalam sebuah angket kesadaran maka penulis merumuskan bahwa Anak didik adalah objek kasih para pendidik, maka sudah sepatutnya pendidik memberikan yang terbaik buat anak didik. Dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan yang ada pada anak didik maka pembelajaran yang menyenangkan menurut murid, berkoordinasi dengan para murid, maka tugas untuk menuntun akan lebih mudah untuk dilakukan.
Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Perubahan adalah
sebuah keharusan yang suka atau tidak, mau atau tidak memang akan terjadi. Maka
seorang pendidik tidak perlu menghindari perubahan tersebut, tetapi para
pendidik sebaiknya bersiap bukan untuk menentang perubahan tetapi berjalan
sesuai perannya beriringan dengan perubahan
sekalipun itu sulit. Dengan mengetahui kekuatan yang ada kesulitan akan
perlahan terkikis dan kesempatan akan terbuka lebar.
Saya mengawali
kegiatan pembelajaran diawal semester genap dengan berdiskusi dengan anak didik
melalui aplikasi zoom (Sesuai dengan yang sudah kami sepakati). Saya sanagt
senag melalui diskusi dan beberapa pendekatan melalui aplikasi WhatsApp anak
didik mau terbuka untuk sama – sama merencanakan pembelajaran yang menyenagkan.
Semoga hal ini etrus dapat saya lakukan untuk perbaikan Pendidikan yang
menyenangkan.
Salam Pendidikan,
Salam Bahagia.
Dokumentasi
| Angket |
| Kelemahan menurut anak didik |
| Kekuatan anak didik Pertemuan melalui aplikasi Zoom |
Sabtu, 19 Desember 2020
Aksi Nyata -Nilai dan Peran Guru Penggerak Modul 1.2.b.11.
Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak
Maina Trisnawati
Hasibuan
Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi
Pendamping Ibu Elsa Hanani Barus
Setiap anak dilahirkan
dengan kodratnya masing - masing, dan kodrat itu akan berkembang sesuai
lingkungan dan keberadaan masing - masing anak. Jika anak di didik dan di
tuntun dengan pendidikan dan penuntun yang benar maka anak akan tumbuh dan
berkembang dengan baik pula, demikian sebaliknya. Jika di analogikan seperti seorang tukang kebun yang
mengelola berbagai macam jenis poho buah dalam sebuah kebun. Kebun buah
memiliki bermacam – macam pohon, ada pohon pisang, jambu, rambutan, manga dan
lainnya. Tukang kebun tidak dapat mengubah pohon pisang akan berbuah mangga
atau pohon jambu akan berbuah rambutan. Tukang kebun dengan berbagai upaya akan
membuat pohon pisang menghasilkan pisang yang bagus, pohon manga akan
mengahasilkan manga yang manis, pohon rambutan akan berbuah rambutan yang merah
dan manis tetapi tidak bisa mengubah kodrat sejati dari pohon – pohon tersebut.
Guru tidak bisa mengubah kodrat setiap anak didiknya,
Sekuat apa pun ia dalam mendidik anak dalam 1 kelas tidak akan dapat mengubah
anak – anak menjadi seperti anak lain. Guru dapat menuntun anak didik sesuai dengan kodrat
mereka masing - masing. Kodrat
alam dan kodrat zaman. Kodrat alam anak sudah ada Ketika anak lahir dan terus
berkembang bagaimana keluarga dan orang terdekatnya membri pengaruh padanya.
Kodrat zaman bagaimana anak dengan perkembangan yang terus mempengaruhinya baik
dari segi lingkunga, teknologi atau hal – hal yang mempengaruhinya.
Dalam peran guru menuntun anak – anak ada beberapa
nilai yang harus di tekankan guru agar anak – anak memahami, menyadari dan
menerima keberadaan satu dengan yang lain yaitu Toleransi. Tidak dapat
dipungkiri bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, Bahasa, agama dan
kebudayaan. Guru dapat membantu anak didik dalam mengembangkan keperbedaan itu
menjadi kekuatan dari perkembangan anak didik jika kata “Toleransi” tidak
sekedar ucapan tetapi juga perlakuan. Anak – anak yang datang kesekolah
tidaklah semua berasal dari suku yang sama, agama yang sama, daerah yang sama,
kebudayaan yang sama tetapi mereka dating dengan keperbedaan.
Demikian juga di SMP Swasta Methodist Tanjung Morawa,
anak didik yang ada di sini dengan berbagai macam perbedaan. Berasal dari suku
yang berbeda( Ada suku batak toba, simalungun, karo, jawa, cina dan india),
berasal dari agama yang berbeda (Ada Islam, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu)
serta Bahasa yang berbeda sesuai daerah asal mereka. Semua perbedaan yang ada
akan menjadi indah dan membuat anak didik merasakan bahwa Indonesia kaya akan
kebudayaan dan patut untuk di lestarikan tanpa memndang kelebihan dan
kelemahan.
Untuk menumbuhkan toleransi tersebut, Langkah awal
yang saya lakukan adalah dengan berdiskusi bersama anak- anak untuk memancing
mereka memunculkan apa yang menjadi kebudayaan mereka dalam bentuk foto, video
atau tulisan. Kebudayaan yang di tampilkan bisa berbentuk kerajinan, makanan
atau apa saja yang menjadi kebudayaan anak didik. Setiap anak didik bisa
mendapatkan keterangan tentang kebudayaan mereka dari orang tua,atau mencari di
Internet
Hasil dari aksi nyata tersebut anak didik sangat
antusias untuk melihat sejarah dari kebudayaan yang ditampilkan dan menjadi
sumber pengetahuan baru dari apa yang belum mereka pahami selama ini. Beberapa
kebudayaan yang di buat oleh peserta didik, ada kerajinan, makanan maupun benda
bersejarah dalam kebudayaan mereka (Untuk lebih jelasnya ada pada video)
Dokumentasi
:
1. Pemaparan akan Toleransi Budaya
2. Hasil Kerja
Bersama
ama ( nenek ) menceritakan sejarah kebudayaan makanan khas cina “Fuyunghai” |
Makanan
dan lampion Kebudayaan Khas Cina |
Kain
Ulos dan damau toba sebagi pariwisata Kebudayaan dari daerah Batak Toba |
Saksang
makanan kebudayaan daerah batak |
Selasa, 01 Desember 2020
Pendidikan yang menyenangkan menjadi kekuatan murid dalam mengikuti pembelajaran
Modul 1.1.a.10 Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Kihajar Dewantara di Kelas dan di Sekolah
Maina Trisnawati Hasibuan
Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi pendamping Ibu Elsa Hanani Barus
Maina Trisnawati Hasibuan
Fasilitator
Ibu Yetty Fatri Dewi
pendamping
Ibu Elsa Hanani Barus
Latar Belakang
|
M |
enuntun sesuai kodrat, bermain
dan menyenangkan, Itulah Hal yang menarik perhatian penulis pertama sekali
ketika membaca modul Filosofi Pemikiran Kihajar Dewantara pada modul 1.Hal
ini secara tidak sadar perlahan hilang dalam pembelajaran yang penulis
lakukan selama ini. Penulis baru menyadari bahwa anak didik perlu di tuntun
bukan dipaksa, anak didik perlu senang dalam mengikuti
pembelajaran bukan menurut dengan dikte cara belajar yang
guru sampaikan. Anak - anak perlu bermain untuk memperluas kerja pikirannya
yang selama ini mungkin tidak mereka dapatkan dalam pembelajaran. Inilah yang
mendasari penulis mengangkat tema "Pendidikan yang
menyenangkan menjadi kekuatan murid dalam pembelajaran". Penulis menyadari
bahwa menuntun, bermain dan menyenangkan adalah bagian terbesar dalam
perkembangan mental dan pertumbuhan fisik anak didik.
|
D |
an dalam pembelajaran online hal lain yang
paling sulit dilakukan adalah bagaimana mengukur proses pembelajaran yang
dilakukan guru benar - benar bisa diikuti peserta didik dan bagaimana peserta
didik merespon setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan karena pembelajaran
tidak dilakukan dalam tatap muka. Selaras dengan filosofi Ki hajar Dewantara
penulis melihat bahwa penddiikan yang menyenangkan akan dapat membantu murid
dalam proses pembelajaran dimanapu dan kapaun waktunya. Maka dengan hal itu
penulis mecoba menelusuri apa yang diinginkan anak didik dalam proses
pembelajaran yang menyenangkan secara daring.
Deskripsi dan Realisai Aksi
Nyata
Berdasarkan apa yang penulis sampaikan
pada latar belakang diatas, maka ada beberapa hal
yang penulis rencanakan dan lakukan selama 4 mingg.
Dimulai dari tanggal 2 November sampai tanggal 28 November 2020.
1. Pada minggu pertama penulis membuat angket, pada
angket penulis meminta anak ddik menuliskan apa yang menjadi kekuatan,
kelemahan dan apa yang anak didik mau selama pembelajaran online khusunya
pelajaran yang penulis ampu. Kemudian penulis bagikan ke kelas IX SMP dengan
meminta bantuan Wali Kelas masing - masing dalam pendistribusiannya.
2. Di minggu kedua penulis meminta waktu untuk membagikan apa yang penulis
dapatkan dari hasil angket kepada rekan sejawat dan penulis melakukan
beberapa pelatihan dalam membuat pembelajaran yang menarik dengan menggunakan
beberapa aplikasi secara online (Sebelumnya penulis sudah meminta ijin kepada
Wa. Kepala Sekolah karena Kepala Sekolah dalam kondisi kurang sehat).
3. Selanjutnya di minggu ke 3 penulis dan beberapa rekan sejawat yang
tertarik dengan apa yang penulis bagikan minggu
sebelumnya mulai melakukan perubahan dalam pembelajaran dengan
memulai pembelajaran sesuai yang di inginkan anak didik selama pembelajaran
jarak jauh. Penulis dan beberapa rekan sejawat menggunakan beberapa aplikasi
yang digunakan dalam pembelajaran yang menyenagkan bagi anak didik.
4. Di minggu keempat penulis melakukan umpan balik dan penguatan kepada anak
didik melalui pembelajaran secara online Baik zoom maupun google meeting.
Realisasi dan kendala yang
di hadapi
Hasil dari angket tentang kekuatan yang
ada pada anak didik kesimpulan yang penulis dapatkan adalah: Mereka lebih
banyak menjelaskan kelebihan mereka di bidang keterampilan dan social contohnya
dapat mengedit foto/video, memainkan beberapa alat music, senang olahraga, bisa
dance/menari, bisa melukis, bisa memasak, bisa menja adik dan membuat mainan
adik, bisa membantu orang tua selam belajar di rumah, fasih berbahasa inggris,
pintar bermain game, bisa mengerjakan hal – hal yang selama ini tidak bisa
dikerjakan misalnya pekerjaan rumah, disiplin, terampil jika melakukan sesuatu
yang disukai, percaya diri, Rapi, bersih, suka hal – hal yang baru.
Untuk Materi Pembelajaran secara daring
anak didik lebih memilih Google Class Room, Whatsaap grup dan pemberian
materi melalui youtube. Sedangkan untuk kuis/ latihan peserta didik lebih
memilih Profprofs, Quiziz dan google formulir.
Dan untuk merespon apa yang diinginkan ana
didik, maka penulis berusaha melakukan pembelajaran melalui apa yang mereka inginkan agar dapat megikuti pembelajaran dengan menyenagkan. Dan untuk
melakukan hal ini penulis berusaha mencari referensi dari berbagai sumber agar dapat
memberikan pembelajaran sesuai dengan pembelajaran yang diminati para anak
didik. Walaupun bukan merupakan kendala utama tetapi cukup banyak waktu yang
penulis habiskan untuk memperbaiki cara mengajar yang berpusat pada murid.Tidak lupa penulis juga membagikan ilmu yang penulis dapatkan kepada rekan
- rekan sejawat terkait apa yang membuat anak didik senang dalam mengikuti
pendidikan.
Pembelajaran yang di dapat dan Perbaikan Kedepan
|
P |
endidikan yang menyenangkan dan berpusat pada murid itu tidak gampang untuk
dilakukan karena banyak hal yang harus diperhatikan tetapi juga tidak terlalu
sulit untuk diterapkan jika setiap pendidik punya kemauan untuk sebuah
perubahan. Anak didik adalah objek kasih para pendidik, maka sudah seyogyanya
pendidik memberikan yang terbaik buat setiap putra bangsa. Dengan memperhatikan
kekuatan yang ada pada anak didik, pembelajaran yang menyenangkan menurut
murid, berkoordinasi dengan para murid, maka tugas untuk menuntun akan semakin
baik.


